Thursday, May 15, 2014

Melacak jejak... mengeja rambu...,

Tumpukan batu ini sengaja dibuat oleh para pemburu, masyarakat perambah
hasil hutan. Sebagai patokan alur yang harus dilalui, biar gak tersesat. Ada juga
yang meninggalkan petunjuk arah dengan meninggalkan tanda warna Cat.
Ada pembelajaran unik dalam silabus perburuan madu. Survival dasar akan terpola dengan sendiri-nya. Adaptasi lingkungan... berguru pada alam. Tanda dan jejak bisa tanda alamiah... ataupun rambu ikonik yang sengaja di bikin para pemetik madu belantara. Tumpukan batu mengarahkan pada alur tempuh.. sementara noktah/bercak warna kuning di bebatuan adalah nektar bunga, yg kadang tumpah dari kantung perut, penyimpan khusus yang ada pada bagian lebah. Bercak itu sebagai indikasi mudah, bahwa tak jauh dari lokasi itu terdapat sarang.
noktah bee-poolen lebah.
Semakin banyak bercak.. semakin menunjukkan peluang bakal ditemui multi sarang dari beda koloni/masyarakat lebah. Sedang pada lokasi sarang, paska survey awal, para pemetik akan meninggalkan tanda sementara. Bisa dari sekedar potongan ranting... sebagai pesan singkat. Don't Disturb...this point has been claimed! sarang madu sekitar ini sudah ada tim yang bakal petik.

 
Next, ada lagi skill tingkat advance. Yaitu kemampuan daya endus dan identifikasi jenis bunga (pohon hutan) apa saja yang telah didatangi para lebah pekerja. Dan swear, menguasai ilmu ini syangiattt syuliiiiiiit sekaleeeeee......, 
Bagi saya, skill seperti ini mestinya, or lebih layak di miliki oleh sebagian profesi botanist. Semacam kemampuan yang dimiliki Grader, dilingkup usaha bisnis tembakau. Menentukan kadar kualitas dengan mengandalkan daya endus konvensional. Dan bisa jadi oknum macam ini memang memiliki perangkat sinyal feromon level atas dibanding kemampuan manusia umumnya. Pelajaran seperti ini mestinya telah banyak di ajarkan secara turun-temurum dikalangan suku pedalaman. Sebagai konsekuensi imbal-balik ketergantungan dan efek kenal habitat lebih dekat. Mengacu pula pada pola kehidupan suku indian, dibenua amrik. Bahwa nilai kearifan lokal sejak dini telah ditanamkan. Bahkan sebagaimana di ketahui dalam proses pemberian nama saja, suku Indian selalu mengaitkan dengan gelagat alam yang terjadi saat orok lahir. 
Bila di tunjang perangkat tehnologi dan aplikasi-nya, mestinya urusan melacak keragaman muasal nektar bunga yang dikumpulkan oleh para pekerja bisa mudah dilakukan. Dan madu hutan yang dikatakan sebagai madu multi-flora bisa di-sensus. Berasal dari bunga apa saja... Seberapa jauh daya jangkau terbang dari pola spot searching..., selanjutnya  menentukan di titik geografis lansekap mana saja yang mereka datangi. Vegetasi dominan apa... Ah! rasa-nya pekerjaan macam ini bakal menyenangkan. 
Tehnologi remote sensing adalah jawabannya. di sinergikan dengan transmitter khusus, setelah sebelumnya membekali beberapa specimen "Lebah pekerja percobaan"  dengan penyertaan chip super-mungil yang diikat di bagian tubuh mereka. Sinyal bekerja.... selanjutnya tinggal sinkronisasi pemantauan deteksi gerak dilayar monitor. Remote sensing dan sub-aplikasi di rana pemetaan. Next, setelah di plotting zona area, dilakukan kroscek ulang visual sensus. Dan boleh berandai-andai, ngayal dikit... semoga satu kesempatan yang hadir dan saya turut dalam ekspedisi macam ini. hehehe.....,

Kembali fitrah apa ada-nya,
Cukuplah sebagai awal... jika mengijinkan, semoga daya endus saya bekerja optimal. Bekerja berdasar naluri... dan angin serta-merta mengirimkan aromatik bunga dan sekar. Amin... akhiru kalam.

Disaat musim kemarau jejak noktah bee pollen yang berasal dari serbuk sari bunga akan sangat banyak ditemui sekitar lembah dimana lokasi sarang berada. Tapi akan sering cepat pudar jika masuki musim penghujan. Terhapus oleh rinai, bahkan oleh sekedar lelehan embun, penetrasi tingkat lembap dari bawaan halimun. Sebagaimana disebutkan... kategori hutan adalah bila mampu menciptakan iklim dan kondisi lingkungan setempat yang khas. Berbeda dengan daerah diluarnya. Hal ini mengungkapkan secara gamblang perihal tabiat dan habitat para lebah pekerja ber-aktivitas. Melaksanakan titah Tuhan-nya. Mencari unsur pakan dari aneka tumbuhan sekaligus melakukan tugas mulia, berupa aksi penyerbukan. tidak saja bagi tumbuhan pokok di hutan namun juga di beberapa lingkup vegetasi, di ekosistem yang berbeda.  
menandai lokasi yang akan di panen, Biasanya para pemburu akan meningggalkan jejak, seandainya pada hari itu mereka tidak bisa turun. Atau masih dalam rangka monitoring. Bahwa beberapa hari kedepan mereka akan kembali lagi ke lokasi itu untuk aktivitas panen.

No comments:

Post a Comment