Tuesday, August 3, 2010

CONTOH madu alam... ASPAL

Amati seksama,
secara fisik bisa diamati nuansa beda layer larutan dalam botol. Dan ini memang madu palsu, atau mungkin sudah campuran dengan prosentase gak jelas. Pada label stiker (maaf! gak saya tampilkan gamblang demi alasan kode etik & privasi pihak tertentu) di sebutkan bahwa ini adalah Madu ASLI HUTAN.
Dilematis, paritas madu ini juga banyak beredar di pasaran lokal wilayah NTB. Alasan klise, tentu demi dulang untung. Relevansi dan efek samping legenda madu khas daerah Sumbawa. Manusiawi, bisa di maklumi..., tapi sebagai bentuk dusta tentu gak bisa di tolerir. Terlebih bila konsumen membutuhkannya sebagai mediasi khasiat penyembuhan. Bukan efek mujarab yang didapat, tapi malah sakit hati. Kecewa.., paling parah menimbulkan penyakit baru. Su'udhon berkepanjangan.... makin buruk sangka tiap mau beli madu dengan embel-2 kata ASELI. Dan itu wajar sebagai bagian selubung aksi-reaksi.




pertama kali beli warna madu masih berbaur
tapi jelang durasi waktu akan terpisah beda layer larutan
membentuk format bening dan keruh.

amati lebih dekat.....,

timbunan gumpal kuning di ceruk botol bukanlah propilis, senyawa tanin alias lem khas yang dihasilkan lebah sebagai bahan menambal sarang. Namun lebih identik timbunan gumpal kental gula. Biasanya semakin hari akan kian mengkristal.

scuil bagian stiker label botol *


* Kode etik yang harus dipahami : Ini sekedar ulasan hipotesa pribadi saja. Pertama, yang tragis terdapat logo resmi instansi pemerintah, Dinas Kehutanan propinsi NTB yang menyatakan bahwa produsen (kelompok tani) merk ini adalah binaan instansi terkait. Lebih gamblang bilang ini madu asli muasal lebah "Apis dorsata" khas hutan Sumbawa. Bahkan, dilengkapi surat ijin resmi dari Dikkes dan tanda daftar Industri.
keDua, bisa jadi label stiker usaha ini sudah dicontek oleh pihak pemalsu. Ditengarai cukup banyak bertebaran modus operandi semacam ini. Sudah menjadi gejala lumrah, ketika hasil madu asal Sumbawa tersohor sejak lama. Banyak pihak yang ingin memanfaatkan segi keTENARan itu demi geliat bisnis dan keruk laba gendut. Dan ini bisa dari beragam oknum. Tentu saja yang dirugikan adalah penyandang nama label produk yang di-PALSU-kan tadi. Susah payah membangun citra usaha, lantas tercoreng akibat getah perbuatan buruk pihak lain. Dompleng merk sekena-nya.


No comments:

Post a Comment