Tuesday, November 3, 2009

vegetasi & lansekap Sumbawa.....

Mungkin bagi anda yang pernah kunjung pulau Sumbawa, dominasi kering sabana bukanlah hal istimewa. Bisa dibilang begitu, sebab nyaris sepanjang jalur lintas aspal kita akan disuguhi pemandangan yang sama. Sebuah paras bumi samawa, pengejawantahan negeri langit. Julukan yang sering saya sebut berkiblat pada konotasi kosakata kitabullah. Fis samawati wama fil ardh. Bertemunya langit dan bumi.
Subsidi aksi ladang berpindah memang kerap disebut sebagai kontribusi nyata terhadap kondisi yang ada. Ladang-ladang terbengkalai. Hanya termanfaatkan ketika musim hujan datang. Petani ladang mulai unjuk singsing lengan. Musim beralih. Mayoritas semak belukar mengisi petak demi petak. Kemilau warna sabana...saat kemarau tiba.
Selama ini pula Sabana seolah ciri khas tanah Samawa. Padahal jika kita sempatkan kunjung kawasan zona bebukit, masih banyak rimbun kanopi. Belantara yang menawarkan sensasi hijau. Daerah ikatan air. gambaran hutan tropis. Hanya kawasan pinggir saja yang tampak digerogoti ulah penebangan liar.


Sekilas bahas dominasi vegetasi di pulau Sumbawa, sekedar menggali fenomena warna sabana. Diliat dari variasi kawasan ketinggian sedang hingga rengkuh jarak wilayah pesisir. Ada beberapa tanaman lokal, secara umum mampu ber-adaptasi di saat datang kemarau. Mereka kategori mayor komponen, sebut saja Bambu duri (Bambusa spinosa), Jarak (Jatropha gossypifolia), pohon Asem (Tamarindus indica). dan terakhir Bidara. Warga lokal menyebutnya 'Goal', bahasa latin disebut Ziziphus mauritiana.

Referensi menarik ada menyebutkan tentang kajian madu dengan vegetasi jenis terakhir. Bahwa nektar bidara merupakan makanan pokok para komunitas lebah liar yang bermukim di belantara pulau Sumbawa. Pepohonan 'goal' dianggap sebagai sumber daya hayati utama para lebah. Mengais sari bunga...sekaligus menimbun getah tubuh berupa madu. Dan menyimpan di sarang sebagai cadangan makanan para larva.
Secara fisik, Bidara tampak seperti jenis tanaman pantai. Persis bentuk Avicienna marina. Karena pola sebaran mereka juga meliputi zona pesisir. Bersinggungan dengan vegetasi dan perdu lain. Namun akan jelas berbeda klo diamati lebih seksama.
Daun bidara berbentuk oval - helai tipis. Terlebih gampang identifikasi karena memiliki duri khas di sekujur batang dan ranting. Demikian juga rasa, sensasi campuran manis-masam dan pahit. Bagi orang yang pertama kali melihat pasti sedikit agar mencibir. Seolah buah liar tanpa prediksi kenikmatan terlampir. performa remeh-temeh.
Penilaian kadar tampil luar tadi justru beda setelah mendalami kajian khasiat terkandung pada buah bidara. Secara umum buah bidara bermanfaat untuk menguatkan kecerdasan otak, memperlancar makanan di usus, Menghilangkan penyakit kuning, menghaluskan kulit, meningkatkan selera makan, menghilangkan dahak, serta menyembuhkan penyakit lambat haid.
Kembali pada Madu. Kemampuan bidara survive di lahan kering menjadikan sensasi pembeda. Otomatis mempengaruhi kandungan kadar air yang rendah pada nektar. Sehingga tidak heran ada anggapan hanya madu Sumbawa yang mampu menyamai kualitas madu arab. Di arab hanya terkenal keberadaan 2 vegetasi dominan, Kurma dan Bidara. Hanya saja bidara negri Arab agak beda. Ukuran daun agak lebih lebar dan kaku. Hampir luas tampang daun 3 kali ukuran daun bidara Sumbawa.
Paling tidak wacana ini sedikit memberi gambaran kilas balik. Bahwa sesuatu yang terabaikan selama ini tidaklah menyimpan manfaat. Semoga "goal" menjadi buah eksotik di negri sendiri. Tujuan angkat pamor Bidara, Goal... also as my purpose....


1 comment: