Perihal "ANEH" yg umum terjadi di kalangan konsumen Madu...,
* acap kali ada saja dialog basi dan kebiasaan nyeleneh. Saking
banyaknya beredar madu palsu/oplosan. kadang ulah konsumen jadi berubah
bebal. Sekalinya dapet madu asli...mereka lebih
fokus pada ke-BANGGA-an menyimpan "madu" asli. lengkap dalil... cairan
gak berubah pola campuran... gak dirubung semut lah!... gak beku di
freezer lah! dan bla-bla-bla serba BLEHEK lain-nya. Ujung"nya ntar bs jd
bahan cerita pada relasi dan tetangga... ni sy punya barang asli.
Sambil bs unjuk contoh barang sesendok cicip... dan ungging bangga yang
nurut sy justru timbul penyakit riya'... kans menciptakan'ila'...
sekaligus watak ujub. Madu bakal jadi penghuni abadi di pojok kabin
kulkas. Di sayang" untuk di ganyang berkelanjutan. Bahkan bilang bisa
bertahan 1 tahun lebih di lambung Kulkas. So what?????
Tabiat itu
sering saya tanya. Buat apa nyimpen lama"? Knapa gak di konsumsi
selayaknya dalil Qurani yang menfatwakan bahwa madu merupakan Obat yang
menjanjikan daya penyembuh mumpuni untuk berbagai penyakit. Relevansi
kajian Thibbun Nabawi.
Kebanyakkan jawaban-nya selalu ngelantur.
Mengalihkan pembicaraan... dan dalil, ntar bs jadi obat bagi tetangga yg
memerlukan. Gilir sy cecar berikutnya, memangnya berapa porsi?... dosis
pengobatan itu gak cukup 1 sendok!
Entah malu...gengsi atau tetap gak mudeng. Penutup pamungkas-nya saya
bakal umbar kisah biota. Tentang daur siklus hidup para Larva-Lebah.
Daur perubahan dari larva-menjadi lebah sejati (tipe pekerja) gak makan
kurun waktu lama. Cuma 21 HARI , dengan rincian : fase telur 3 hari -
fase larva 6 hari - fase Pupa 12 hari. Kesimpulannya : stok madu di
sarang... telah dipersiapkan untuk masa pengkonsumsian yang singkat.
Dalam arti lain, mengkonsumsi madu sebaiknya dilakukan rutin dan ludes
dalam kurun penyimpanan masa ideal. Bukan berleha-leha... bernasib
mangkrak di kulkas dan justru melahirkan sustainable-myth...., mitos
berkelanjutan.
Padahal dii penutup ayat an-Nahl 69 (***) gamblang
bilang gini.."Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda
(kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.
Jadi, berdayakan otak-mu... Berpikirlah dengan telaah mudah. gampang meresap dan nyantol di benak.
Salam "lestari"... sebaik-baik LESTARI
***Surah An Nahl ayat 68-69 tertulis: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada
lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di
tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap
(macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan.
Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam
warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan)
bagi orang-orang yang berpikir.
