Lokasi : kec. Narmada - Kab. Lombok Barat
Note : artikel pendukung baca di SINI
it's telling about the Adventure of honey hunter... be a real Man like wishword "BEE-a MAN on reality"




Mungkin bagi anda yang pernah kunjung pulau Sumbawa, dominasi kering sabana bukanlah hal istimewa. Bisa dibilang begitu, sebab nyaris sepanjang jalur lintas aspal kita akan disuguhi pemandangan yang sama. Sebuah paras bumi samawa, pengejawantahan negeri langit. Julukan yang sering saya sebut berkiblat pada konotasi kosakata kitabullah. Fis samawati wama fil ardh. Bertemunya langit dan bumi.
Sekilas bahas dominasi vegetasi di pulau Sumbawa, sekedar menggali fenomena warna sabana. Diliat dari variasi kawasan ketinggian sedang hingga rengkuh jarak wilayah pesisir. Ada beberapa tanaman lokal, secara umum mampu ber-adaptasi di saat datang kemarau. Mereka kategori mayor komponen, sebut saja Bambu duri (Bambusa spinosa), Jarak (Jatropha gossypifolia), pohon Asem (Tamarindus indica). dan terakhir Bidara. Warga lokal menyebutnya 'Goal', bahasa latin disebut Ziziphus mauritiana.
Referensi menarik ada menyebutkan tentang kajian madu dengan vegetasi jenis terakhir. Bahwa nektar bidara merupakan makanan pokok para komunitas lebah liar yang bermukim di belantara pulau Sumbawa. Pepohonan 'goal' dianggap sebagai sumber daya hayati utama para lebah. Mengais sari bunga...sekaligus menimbun getah tubuh berupa madu. Dan menyimpan di sarang sebagai cadangan makanan para larva.
Daun bidara berbentuk oval - helai tipis. Terlebih gampang identifikasi karena memiliki duri khas di sekujur batang dan ranting. Demikian juga rasa, sensasi campuran manis-masam dan pahit. Bagi orang yang pertama kali melihat pasti sedikit agar mencibir. Seolah buah liar tanpa prediksi kenikmatan terlampir. performa remeh-temeh.
Paling tidak wacana ini sedikit memberi gambaran kilas balik. Bahwa sesuatu yang terabaikan selama ini tidaklah menyimpan manfaat. Semoga "goal" menjadi buah eksotik di negri sendiri. Tujuan angkat pamor Bidara, Goal... also as my purpose....